Sejarah Hindia Belanda - Part 1 - Part 2 - Part 3 - Part 4 1702 Ketegangan antara berbagai faksi di istana Mataram meningkat. Faksi Putra Mahkota memiliki kontak dengan Surapati. Amangkurat II meminta sia-sia VOC untuk bantuan. ~~~ Dalam Timor Portugis tiba Antonio Coelho Guerreiro gubernur resmi pertama. 1703 Kematian Amangkurat II. Putranya, Amangkurat III, Belanda bermusuhan. Ada perjuangan untuk tahta antara Amangkurat III dan pamannya, Pangeran Puger. Pugers klaim didukung oleh Cakraningrat II West Madura, yang dikenal dengan VOC sebagai sekutu setia. 1704 Dengan bantuan pasukan VOC Puger berada di Kraton diinstal sebagai Susuhunan Pakubuwana I. Ini adalah awal dari Perang Jawa Pertama Suksesi (1704-1708). Amangkurat III melarikan diri dengan regalia (pusaka) ke Jawa Timur dari mana ia dan perang Surapati melawan Mataram dan VOC. 1705 Pada bulan Oktober, VOC Pakubuwana I ditutup dengan perjanjian baru. Sebagai imbalan untuk konsesi utang kepada VOC dibatalkan. Membutuhkan adalah bahwa batas-batas Batavia diakui termasuk Priangan, Cirebon adalah protektorat VOC, East Madura juga, Semarang kini resmi menjadi milik East India Company dan Belanda East India Company diizinkan untuk membangun benteng-benteng di seluruh Jawa. VOC itu hak perdagangan yang luas, kapal Jawa tidak diizinkan untuk beroperasi di luar wilayah perairan, Mataram harus memberikan beras sebanyak VOC menuntut dan Pakubuwana saya harus membayar untuk restorasi garnisun di pengadilan. 1706 Setelah pertempuran sengit di Jawa Timur, yang Surapati dibunuh, perang terus berlanjut. 1707 VOC dan Pakubuwana I menaklukkan Pasuruhan. Amangurat III dan anak-anak Surapati melarikan diri ke Malang. 1708 Amangkurat III (1734) ingin bernegosiasi dan menyerah tetapi VOC menangkapnya dan diasingkan dia untuk sisa hidupnya untuk Ceylon. 1709 Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck. ~~~ Span
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
